Kamis, 27 Desember 2012

SEJARAH EKONOMI



SEJARAH EKONOMI
Douglas C. North

Sejarah ekonomi secara garis besar, mempunya perhatian mengenai kegiatan ekonomi masa lampau. Masalah-masalah yang ada hubungannya dengan seorang sejaran kemandekan atau merosotnya ekonomi; kemakmujran kelompok-kelompok individual dalam eknomi senada dengan arah perubahan ekonomi, serta hubungan timbal balik antara organisasi ekonomi dan kegiatannya. Perpaduan antara bidang-bidang sejarah sosial dan sejarah politik meskipun demikian, masalah besar dari sejarah ekonomi menitik beratkan pada dua kategori; (1) keseluruhan pertumbuhan ekonomi sepanjang waktu dan faktor-faktor yang menentukan pertubuhan itu (atau kemandekan atau kemerosotan), dan (2) distribusi pendapatan dalam ekonomi tersebut bagi arah pertumbuhan atau kemuduran. Perhatian selanjutnya, meliputi seluruh bidang yang menyangkut masalah kemakmuran dari berbagai kelompok dalam masyarakat selama terjadinya perubahan ekonomi pada masa lampau.

1.      Perubahan-perubahan Mutakhir dalam Disiplin Tersebut
Penggunaan jenis-jenis disiplin tersebu diatas untuk membedakan sejarah ekonomi dari penelitian sejarah pada umumnya, mengakibatkan perubahan di dalam disiplin tersebut pada masa-masa terakhir ini. Di dalam Encyclopedia of the Social Science, John Clapham dapat menggambarkan disiplin itu sebagai “suatu cabang sejarah pranata umum, studi aspek-aspek ekonomi daripada pranata-pranata sosial masa lampau” (1937, hlm. 327). Dalam artikelnya Clapham memperjelas bahwa teori ekonomi hanya mempunyai peranan yang kecil di dalam sejarah ekonomi dan “hubungan sejarah ekonomi terhadap sejarah sosial adalah yang banyak menetukan” (1931, hlm. 329).
Perkembangan disiplin tersebut lambat laun banyak mengambil metodologi ilmu-ilmu sosial. Sementara revolusi sejarah ekonomi ini semakin jauh, semetara itu kini banyak, jika tidak untuk dikatakan sebagian besar, sejarah ekonomi tetap ditulis oleh sarjana yang dilatih sebagai sejarawan; arah perubahan iti tak terhindarkan. Pelopor studi untuk perubahan ini termasuk tekanan perhatian Clapham terhadap pengukuran (1926-1938); penjelasan Eli Heckscher bagi makin bertambahnya penggunaan teori ekonomi dalam sejarah ekonomi (Lane & Riemersma, 1953) dan studi-studi komisi internasional mengenai sejarah niali harga (Cole & Crandall, 1964), termasuk karya William Beveridge mengenai Inggris (1939), Earl Hamiton mengenai Spanyol (1934), N.W. Posthumus mengenai Negeri Belanda (1938). Usaha penerapan secara sistematis prinsip-prinsip analisa ekonomi terhadap masalah-masalah dalam sejarah ekonomi diletakkan oleh karya T.S. Ashton mengenai revolusi industri di Inggris (1948) dan usaha Walt W. Rostow dalam menganalisa ekonomi Inggris abad kesembilan belas (1948).
Dalam periode sejak Perang Duni II khususnya sejak 1950, ahli-ahli eknomi profesional yang telah membawa perkembangan baru dalam bidang tersebut. Terdapat beberapa contoh seperti kegiatan Pusat Entrepreneurial di Harvard. Penelitiannya diilhami oleh penekanan Joseph Schumpeter mengenai peranan kreatif dari entrepeneur dalam pembangunan ekonomi (1939). Tujuan penelitian dibawah kepemimpinan pusat Arthur Cole adalah suatu usaha awal (atau barangkali sangat prematur) untuk melakukan sintesa ilmu-ilmu sosial dalam rangka menentukan kerangka teoritis lebih komprehensif bagi sejarawan-sejarawan ekonomi (Universitas Harvard...., 1949). (lihat History, artikel mengenai Business History).
Tiga perkembangan telah menunjang pendobrakan terbesar bagi pengarahan kembali sejarah ekonomi. Pertama, tumbuhnya minat para ahli ekonomi. Sejak Perang Dunia II para ahli ekonomi telah memberikan andil besar dalam hal perhatian mereka untuk mencoba memahami sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dan menghitung luasnya perbedaan pola-pola pertumbuhan ekonomi antara negara-negara Barat yang berpenghasilan tinggi dan negara-negara berkembang di bagian dunia lain yang berpenghasilan rendah.
Penelitian ahli-ahli ekonomi mengenai sumber-sumber pertumbuhan produktivitas yang ditekankan pada perkembangan ekonomi, mempunyai implikasi-implikasi revolusioner untuk menguji kembali cara-cara di mana ahli-ahli sejarah ekonomi telah membuat perhitungan terhadap perkembangan di masa lampu (lihat Agriculture, artikel tentang “Productivity and Technology; Economic Growth, Productivity”
Sumber perubahan kedua telah menumbuhkan minat ahli-ahli ekonomi dalam hal lebih teliti menguji hipotesa-hipotesanya. Perkembangan penggunaan dalil-dalil yang dapat diuji telah menjadi masalah besar para ahli ekonomi dan sedang meluas pada masalah-masalah sejarah ekonomi.
Sumber perubahan ketiga telah mengembangkan volume informasi kuantitatif tentang masa lampau. Usaha pengukuran kegiatan ekonomi pada masa lampu telah melibatkan para ahli ekonomi-atau, pada tahun-tahun terakhir-sejarawan ekonomi yang terlatih dalam bidang ekonomi.
Simon Kuznets telah memainkan peranan pionir, baik dalam perkembangan penghasilan nasional maupun penerapan sistematis untuk pengukuran kegaitan ekonomi masa lampau (1956-1963). Perintis studi dalam sejarah nilai harga telah bertambah di banyak negara Barat. Studi kuatitatif dari Biro Riset Ekonomi Nasional di Amerika Serikat  telah disejajarkan dalam banyak negara lainnya. Akibatnya adalah bertambahnya informasi kuantitatif, yang menunjang sejarawan ekonomi dengan data empiris di mana meraka meletakkan penggunaan sistematika pengujian dalil-dalilnya.
Diakui bersama, tiga perkembangan meletakkan penggunaan sistematika pengujian dalil-dalilnya.
Diakui bersama, tiga perkembangan ini telah membawa tumbuhnya orientasi kembali dari sejarah ekonomi menuju pemakaian metodologi.
    
2.      Penjelasan dalam Sejarah Ekonomi
Sasaran pertama dari sejarawan ekonomi adalah penjelasan. Ia berusaha mengerti cara-cara melaksanakan ekonomi atau cara menyejahterakan rakyat di dalam masyarakat yang telah dipengaruhi oleh fenomena ekonomi. Penjelasan dalam sejarah ekonomi sebagaimana halnya dalam suatu ilmu, melibatkan pernyataan tentang latar belakang kondisi pokok, yang dalam hal ini pernyataan fakta tunggal yang melengkapi kedudukan bagi pola khusu dari bukti-bukti untuk dijelaskan, diikuti oleh penerapan prinsip-prinsip  umum yang akan melengkapi penjelasan.
Untuk memperluas bukti-bukti empiris guna menuju generalisasinya, sejarawan ekonomi harus menggali kembali latar belakang kondisi di mana ia telah menduga atau mengubah dan mengembangkan generalisasi-generalisasi baru yang akan lebih konsisten dengan bukti-bukti empiris yang dapat digunakan.
Kerangka teori yang dipakai sejarawan ekonomi adalah ekonomi itu sendiri. Teori ini menaruh sejumlah aksioma dasar dan menerima beberapa dalil yang diambil. Menyatakan tentang bentuk umum dari model-model susunan yang biasa. Model-model ini menggambarkan generalisasi yang luas dari tingkah laku ekonomi.
Sebagai contoh, hipotesa-hipotesa yang menandai kegagalan industrialisasi Amerika Serikat bagian selatan sebelum Perang Saudara, untuk ukuran kecil dari pasar-pasar bagian selatan bagi barang-barang pabrik berdasarkan perkiraan, membentuk fungsi penyediaan industri-industri pabrik yang pada waktu itu dapat diuji, paling sedikit oleh dasar-dasar prosedur statistik.
Hal itulah yang menyebabkan mereka secara tidak langsung telah mempunyai kondisi yang berbeda; rangkaian-rangkaian sebab musabab memberi kesimpulan tentang dalil-dalil yang tidak akan terjadi. Suatu pernyataan bahwa revolusi industri di Inggris disebabkan ekspansi penduduk yang secara tidak langsung menyanggah dalil-dalil palsu bahwa ketiadaan pertambahan penduduk, revolusi industri tidak akan terjadi. Suatu pernyataan bahwa pentingnya praktek-praktek monopoli “raja-raja perampok” pada akhirnya abad kesembilan belas menurunkan pendapatan kaum buruh dan petani secara tidak langsung, berlawanan dengan pernyataan bahwa dengan tidak adanya monopoli keuntungan maka pendapatan para petani dan kaum buruh akan mempunyai arti yang lebih tinggi.

3.      Pengujian Hipotesa
Pengujian keterangan-keterangan di dalam sejarah ekonomi dapat dilakukan dengan beberapa bentuk. Dalam hal ini termasuk pengujian: (1) kebenaran empiris dari latar belakang kondisi; (2) bentuk-bentuk ketetapan-ketetapan logika; (3) kebenaran empiris dari kegunaan yang berhubungan dengan latar belakang kondisi menuju kesimpulan-kesimpulan; (4) kebenaran empiris  dari kesimpulan-kesimpulan. Dengan demikian, suatu keterangan tentang sebab-sebab ketidakpuasan kaum petani pada akhir abad kesembilan belas di Amerika Serikat yang menyatakan bahwa sumber-sumber ketidak puasan ini adalah jatuhnya harga hasil pertanian yang lebih cepat dari harga-harga barang-barang lain, dapat dibantah oleh adanya data-data empiris bahwa harga hasil pertanian jatuhnya tidak lebih cepat dibanding harga-harga lainnya (North, 1966). Suatu hipotesa yang mempertahankan bahwa perbudakan akan jatuh dibawah bebannya sendiri tanpa suatu perang saudara berdasarkan kemungkinan-kemungkinan ekonomi perbudakan sebagai suatu institusi. Hal ini dapat dibantah dengan suatu hipotesa tambahan lain, apabila dalam pengujian yang demikian menunjukkan bahwa perbudakan adalah suatu institusi yang menuntungkan (Meyer & Conrad, 1958).
Sejarawan ekonomi dapat juga melakukan pengujian suatu bantahan terhadap berbagai dalil. Dengan demikian, argumentasi bahwa jalan kereta apu tidak memberi pembebasan bagi perkembangan ekonomi Amerika Serikat pada abad kesembilan belas dapat dibantah oleh pengujian dalil sanggahan yang berdasarkan, bahwa biaya pemindahan barang dengan transportasi yang baik tidak akan lebih tinggi daripada biaya pemindahan barang-barang melalui jalan kereta api. Pengujian semacam ini melibatkan penentuan fungsi penyediaan jalan kereta api dan pelayan transportasi tidak dengan melalui kereta api (Fogel, 1964).

4.      Gambaran Teknik-teknik Metodologi
Suatu gambaran yang luas dapat menjelaskan seluruh proses penelitian dan pengujian yang melibatkan beberapa masalah. Hipotesa bahwa kebijaksanaan kerajaan Inggris menurunkan pendapatan kaum koloni Amerika pada tahun 1763-1775 akan membantu contoh ini. Hipotesa ini secara tidak langsung sebagai suatu pernyataan sanggahan bahwa tidak adanya kebijaksanaan pendapatan khusus Inggris dari koloni-koloni telah memberikan pertambahan yang berarti. Informasi ini memerlukan suatu jawaban yang tepat terhadap pernyataan ini, yaitu pendapatan yang sebenarnya daripada orang-orang koloni antara tahun 1763 dan 1775, sebagai sanggahan pendapatan hipotesa orang-orang koloni akan diterima selama periode ini didalam kekosongan kebijaksanaan Inggris (sebagai suatu negara bebas di luar peraturan dan perlindungan Inggris). Sejak pendapata yang nyata dari kaum koloni tidak diketahui, masalah tersebut tidak dapat dipecahkan secara langsung, tetapi apabila hal ini boleh dibahas kembali secara tidak lansung dengan pengukuran perbedaan bersih dalam hal pendapatan yang akan terjadi, kebijaksanaan-kebijaksanaan khusu dapat dihapuskan.
Seorang peneliti, pertama-tama menginginkan, pengetahuan yang mendalam tentang struktur dan sifat-sifat dari ekonomi kolonial dan aspek-aspek khusus dari undang-undang pelayaran navigasi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan kerajaan Inggris lainnya yang dilanggar sejak ekonomi kolonial. Hal ini akan dicatat bahwa proses pemilihan fakta-fakta sebagai suatu bagian dari latar belakang kondisi-kondisi tertentu melibatkan suatu teori, karena hal ini tidak mungkin memisahkan hubungan faktor-faktor penting dari hal-hal lain yang tidak relevan tanpa didasari pertimbangan suatu teori tentang cara-cara pelaksanaan ekonomi.
Dengan demikian, bila sejarawan ekonomi tidak memperhitungkan seperti larangan-larangan Inggris mengenai sistem ....... kolonial yang relatif tidak penting, ia pertama-tama akan ....... sebab teori ekonomi mengatakan padanya bahwa sedikit ..... dikhususkan  oleh langkahnya tenaga kerja dan terbatasnya modal tanah – keadaan koloni-koloni Amerika – tidak akan mengikat dalam manifaktur sebab biayanya akan lebih tinggi daripada persaingan harga di daerah-daerah. Dengan mendapatkan data data harga tembakau yang terpisah antara Virginia dan Amsterdam sebelum dan setelah revolusi, sejarawan ekonomi dapat menunjukkan bagaimana harga meningkat secara tajam. Naum demikian, untuk dapat memperoleh berapa banyak tembakau yang akan dibeli dengan harga yang lebih rendah yang akan berlaku tanpa suatu larangan dari Inggris, ia harus mengetahui pasang surutnya permintaan. Karena dapat memerlukan perhitungan bahwa pasang surutnya tidak dapat dilakukan, sejarawan dapat mendalami kembali studi-studi komoditi lainnya yang nampak mempunyai sifat-sifat yang sama dan yang memberikan asumsi pasang surutnya permintaan. Apakah ia benar-benar tidak mengenal Undang-undang Perangko (Stamp Act) sebagai bukan beban yang berat terhadap kaum koloni? Apakah perkiraannya tentang pasang surutnya persediaan dan kebutuhan benar atau mendapat bukti tambahan yang terkumpul hingga memberi indikasi bahwa ada perbedaan dari yang ia utamakan? Apakah kondisi-kondisi antara tahun 1785 dan 1793 benar-benar dapat diterapkan untuk tahun-tahun 1763-1775, hingga memungkinkan dirinya wajar mepergunakan periode ini sebagai gambaran terhadap situasi yang berlawanan? Dalam kenyataannya, apakah yang ia lakukan adalah memperbandingkan suatu kondisi yang ada – yakni penghasilan kaum koloni antara tahun 1763 dan 1775 – dengan bentuk hipotesis tentang apakah akan terjadi suatu peristiwa dalam ketiadaan kebijaksanaan-kebijksanaan Inggris? Bentuk hipotesis keadaan yang tidak mempunyai fakta yang nyata adalah suatu bentuk umum yang seimbang, dan karena itu hal ini adalah pokok bai argumentasi dan kesimpulan-kesimpulannya yang mempunyai akibat terhadap barang-barang yang tidak dihitung, atau yang ia bantah adalah besar kecilnya kenyataan rohaniah dan tidak akan menimbulkan perubahan-perubahan penting terhadap kesimpulan-kesimpulan yang telah ia capai.
Perkembangan teori ekonomi akan membawa kepada hasil yang memuaskan dari ekonomi masa lalu. Sebagaimana sejarawan tradisional, sejarawan ekonomi masa kini akan sering diarahkan oleh prakonsepsi ideologi dalam membuat suatu pilihan masalah-masalah untuk diuji, tetapi hipotesa yang diujikan haruslah netral dengan memperhitungkan pendapat yang pincang akibat ideologi dan harus menghasilkan suatu pengecilan deretan yang terus menerus dari pertentangan dan pertambahan pengertian tentang masa lampau.

5.      Pemakaian dan Batas-batas Teori
Sementara teori-teori ekonomi memberi generalisasi dalam sejarah ekonomi yang dapat diterapkan terhadap suatu deretan yang panjang dalam sejarah ekonomi, khususnya teori-teori yang berhubungan dengan kesejahteraan kelompok-kelompok pada waktu-waktu tertentu di masa yang silam, namun tidak ada teori umum dari pertumbuhan ekonomi terhadap masa dimana sejarawan ekonomi dapat berpaling untuk meneliti aspek mayor dari sejarah ekonomi.
Sementara studi tentang pertumbuhan ekonomi dalam dua puluh tahun atau tiga puluh tahun terakhir menimbulkan keragu-raguan terhadap hipotesa-hipotesa yang implisit dan eksplisit dari sejarawan ekonomi, tak ada kerangka kerja yang menyeluruh yang dapat dipergunakan dengan baik oleh sejarawan ekonomi. Dengan demikian, dalam bidang ini, seperti dalam banyak aspek lain sejarah ekonomi, ilmiawan itu secara esensial harus mengembangkan kerangka kerja teorinya sendiri. Demikian pula halnya, apabila sejarawan ekonomi ingin meneliti garis-garis batas antara sejarah ekonomi dan sosial, ia harus mempergunakan disiplin-disiplin ilmu-ilmu sosial yang lain atau mengembangkan suatu kerangka kerjanya sendiri utnuk meneliti hubungan-hubungan itu.
A.     Batas-batas dari Bukti Empiris        
Pembatasan bukti empiris menimbulkan persoalan yang serius pada sejarawan ekonomi, ia dihadapkan dengan kejadian masa lampau yang tidak terulang lagi. Jejak-jejak dan bukti-bukti yang tertinggal adalah bahannya. Oleh sebab itu, ia perlu berusaha secara sistematis untuk mengembangkan bukti dari masa lampau tentang keterangan yang fragmentaris seperti yang disebutkan di atas. Apa yang membawanya paling dekat pada pengujian yang teliti aalah bukti kuantitatif yang memberi batas yang tepat dan memisahkan fenomena khusus yang ia ingin ukur. Keterangan kuantitatif dalam bentuk yang seharusnya ini hampir tidak ada; dan sejarawan ekonomi terpaksa harus mempergunakan bukti yang fragmentaris yang secara tipikal berasal di zaman lampau.
Gambaran yang diberikan di atas menunjukan beberapa acara yang dapat dipakai sejarawan ekonomi untuk mempergunakan informasi kuantitatif yang berceceran bilamana data-data yang ideal tidak ada. Untuk hal tersebut diatas, baik pendapatan nasional dari penjajah (kolonialis) antara tahun 1763 dan 1775 maupun pendapatan hipotesis dari polisi Inggris tidak diketahui. Akan tetapi perbedaan antara pendapatan dapat diperoleh meskipun tanpa data-data yang mutlak.
Makin jauh waktu lampu yang diteliti sejarawan ekonomi, makin tidak cukup memadai kemungkinan datanya. Meskipun demikian, keterangan kuantitatif barangkali lebih banyak dari apa yang diperkirakan sejarawan ekonomi sampai kini, karena hipotesa mengharuskan pencarian data, dan hanya beberapa tahun belakangan bahwa kesadaran sendiri untuk memaki teori telah memberi corak dalam bidang ini. Informasi kuantitatif yang ada dari masa lampau biasanya tidak diperhatikan karena hubungannya tidak dihargai. Dalam hal kelangkaan data kuantitatif, sejarawan ekonomi terpaksa harus kembali dalam pemakaian deskripsi kualitatif yang diwujudkan oleh informasi corak lain, tetapi perlu dijelaskan di sini bahwa ia tetap dapat menghindar dari aturan-aturan yang esensial dari statistic inference. Hal itu adalah suatu keharusan, bahwa ia meminta agar informasi kualitatif akan bertemu dengan aturan sampling statistik yang sama, dan diperlukan perwakilan dalam pemakaian pengetahuan kuantitatif. Peringatan Clapham dalam artikelnya mengenai sejarah ekonomi dalam Encyclopedia of Social Sciences adalah tepat.

6.      Penulisan Sejarah Ekonomi
Setiap sejarawan ekonomi seharusnya telah mengetahui apa yang mungkin disebut dengan pengertian statistik, kebiasaan untuk mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan lembaga, kebijaksanaan, kelompok atau suatu pergerakan: bagaimana besar, berapa lama, apakah sering, bagaimana tentang representatifnya? Kebutuhannya jelas, akan tetapi sebagian besar dari sejarah politik perlembagaan ekonomi kurang berguna dari kemungkinan pengabaian. Sejarawan ekonomi masa kini yang berorientasi analitis yang tidak memperhatikan kekayaan masa lampau malakukan hal itu dengan mengambil risiko bahwa ia tidak akan sadar mengenai latar belakang keadaan yang esensial apabila ia membentuk modelnya. Adalah menjadi kewajiban untuk mempunyai keahlian dalam literatur tradisional dalam bidang itu dan juga harus mempunyai perasaan halus seorang detektif, yang merupakan corak khas seorang sejarawan.
Terakhir seorang sejarawan ekonomi mencoba untuk memberi suatu keterangan yang sistematis dan terintegrasi mengenai keadaan masa silam ekonomi; dan ini tidak boleh tidak melibatkan sesuatu yang lebih dari pada hanya mengembangkan dan menguji hipotesa. Adalah suatu pekerjaan relatif mudah bagi seorang sejarawan ekonomi yang terlatih untuk menguji ( dan secara tipikal pada penelitian masa kini untuk memusnahkan) suatu keterangan khusus mengenai masa lampau.   


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar